June 18th, 2008

Posted by eM under tempat sampah
4 Comments | Permalink

mengapa manusia ada ?
mengada rasa ada ?
mengapa otak ada ?
mengapa ada ?
mengapa ?

pertanyaan² klasik yang tak pernah terjawab dan terjangkau alam sadar dan juga tak sadar manusia, karena ketika jangkauan itu tercapai, manusia itu sudah tidak hidup lagi di bumi ini, dia juga tak mati secara fisik, dia melayang ntah apa namanya ruh, nyawa, jiwa, apapun. dia maya tapi nyata. hidup tapi mati. ada tapi tiada. tak ada kata atau lukisan yang bisa deskripsikan.

rasa terdalam yang tak ditemui kapanpun, rasa itu hadir, tanpa dicari, rasa itu menghampiri, pada titik sadar tertentu yang bisa dicapai siapapun dan kapapun.

akhir ini gw sering lalui pinggiran jalan² raya, berjalan, ntah brapa meter ato kilo, gw ga pernah tahu, gw gak pernah hitung, gw hanya jalan. dan ketika capek gw berhenti, gitu aja. ada ataupun gak ada tujuan, gw ga pernah peduli. bukankah hidup ini juga penuh ketidak jelasan macam itu ? kita sekolah, belajar, lalu kerja demi sebuah titik yang tidak pernah kita sadari. uangkah ? makankah ? hidupkah ? atau hanya demi melanjutkan nafas saja, absurd.

sama seperti sholat/sembahyang/do’a apapun nama dan bentuknya kita, kalau kita gak pernah sadar untuk apa sholat/sembahyang/do’a itu maka apa yang telah kita lakukan ? hanya kerjaan iseng kah ? tuntutan teman ? kebutuhan ? kewajiban ?

sebenarnya ini adalah tulisan lama, lama banget, hanya saja dulu tulisan ini ada diotak bukannya di ketik dalam format digital, hanya beda ruang, tapi esensinya sama, hanya beda logat kata, tapi beda bentuk. sama dengan masing² kita, yang sama² mahluk hidup, hanya saja beda muka, kulit, ukuran, berat, atau apapun, tapi bentuk dasaranya dinamakan manusia, selesai.

lalu apakah berakhir sampai disana ?

muhammad, isa, musa, rumi, qais, hallaj, jenar, st. fransiscus, buddha, hitler, dan banyak lagi untuk disebut telah “mungkin” menemukan diri mereka, lalu mengapa kita tidak ? sibuk ? belum mampu ? belum waktunya ? klasik dan itu bukan jawaban.

dari jalan² goblok gw itu banyak yang bisa gw potret pake mata gw, salah satunya adalah banyak dari kita (termasuk gw) sering kali merasa nyaman dengan kebodohan dan kemalasan untuk mencara jawaban yang sebenarnya udah ada di dalam tubuh dan kepala kita. seringkali manusia merasa nyaman dengan kebodohannya, dengan ketidaktahuannya. lalu amat sangat suka sekali mencari sosok untuk jadi panutan dan akhirnya kiblat, dan naifnya masyarakat saat ini kiblatnya ada pada bentuk skali pakai langsung buang, instant, ntah karena dari bayi asupan yang sering kali kita dapat berupa makanan atau minuman instant, yang mulai darik susu, nasi, bubur, minuman, sampai kita bangga ketika bisa menciptakan kehidupan dengan instant (clonning).

tuhan² baru lahir tiap hari dari tv, radio, komputer, internet, baliho, mall, spanduk, koran, warung trotoar, restoran, hotel, apapun. yang utama bisa memuaskan ketidaktahuan jadi pengetahuan dalam waktu singkat dan sesaat. keadilan jadi barang ga jelas, rasa jadi tumpul, kreatifitas mandul. toh semua siap dan ada, bagai toserba, coba saja susuri jalanan, banyak monyet pakai topeng jalan melenggok ataupun tegak, duduk, melamun, pacaran, bisnis, masturbasi, semua lengkap. dengan dalih pemenuhan kebutuhan dan kemanusiaan, semua bisa tercapai, dengan atau tanpa uang.

kesenangan sesaat, bagai boker, setelah keluar dan lapar lalu cari lagi makanan untuk dikeluarkan dalam bentuk tinja.

coba sesaat jalan dan buka mata, sungguh semua ada, di trotoar, terminal, bus kota, angkot, pesawat, apapun. tapi sumpah itu amat sangat humanis, mulai dari jaman qabil membunuh habil sampai sekarang, dan yang bikin lucu dan mempesonakan mata gw, hampir semua langsung bingung ketika muncul pertanya siapa aku ? apalagi ketika muncul pertanyaan tentang Tuhan.

forum diskusi, rapat, musyawarah, kumpul², dialog, debat, banyak cara yang di tempuh, untuk mencari Tuhan masing², keyakinan masing².

gw bukan jijik, cuman asik aja ngeliat dan dengerin banyak orang mbusa kayak gitu. gw gak klaim gw dah nemuin jawaban pertanyaan² itu, cuman lucu aja ngeliat dan dengerin banyak orang kumpul trus tukeran otak untuk keyakinan masing². sungguh banyak pelajaran di trotoar jalan yang ga bisa gw dapet di bangku pendidikan manapun.

dan yang paling lucu dari semua itu, gw yang seringkali di cap sebagai orang aneh dan sarap, hehehehe…seeep…

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “aneh dan sarap”

  1. 1
    network_pirates Says:

    lho, saya tidak menuhankan Kopi, makan nasi pake Sambel yang enak sama rokokan sedul sedul sewaktu malam di kota malang yang lagi dingin-dingin nya. Cuman saya kadang berpikir, I cannot live too long without that! :)). HUahahahak

    Cuman satu mal yang saya takutkan, yaitu jika tuhan bosan dengan saya, terus saya pindah kemana?.
    Makanya, mariklah kita buat humor-humor yang baru, kita ajak orang lain tertawa, menertawakan diri sendiri.
    hahahahahahahaha
    hihihihihihihihi
    hohohohohohohoho

  2. 2
    mPitzky Says:

    tumbennnnnn… yang komen nggak bilang2 ‘kangen’ ato bikin puisi mello-bikin-muntah-darah-dan-diare dan ngarep didatengin….

    huahahahaha!!!

    glad 2 c ya alive, suckah!
    *bighug*

  3. 3
    kw Says:

    karena Tuhan kesepian mas…

  4. 4
    kw Says:

    karena Tuhan kesepian mas

Leave a Reply